Adalah sebuah kesyukuran, ketika Allaah menempatkan saya dan teman-teman penerima bidik misi di Pondok yang kini kami tempati. Awalnya, keluh dan kesah dari kami bagaikan kebiasaan menjelang kepindahan kami. Pagi, siang, sore, malam. Tatap nanar kami terarah pada lemari dan ruang kamar yang telah kami tempati selama dua tahun. Asrama Putri Kampus yang jaraknya tidak seberapa jauh dari kampus kami.
Untuk saya pribadi, mondok atau nyantri barulah pertama kali ini seumur hidup. Sebenarnya keinginan itu sudah ada semenjak saya lulus madrasah ibtidaiyah. Tapi, restu orang tua belum diberika kepada saya. Beberapa minggu yang lalu, saya akhirnya pindah. Move on, dari tempat yang baik menuju tempat yang lebih baik.
Yang saya dapat di Asrama Putri dulu adalah : ngaji kitab Manba'u As-Sa'adah, ngaji Al-Qur'an sama Ustadzah Annur, belajar bahasa arab inggris sama Pak Ali, Pak Yahya, Pak Samingan, kitab sama Pak Misbah, pernah jadi pengganti ngajarin muthalaah pas dosennya kosong, pernah juga ngajar bahasa inggris soalnya asistennya gak ada semua. Alhamdulillaah :)
Dan sekarang, baru seminggu lebih beberapa hari disini, saya bisa : shalat jamaah lebih sering, ngaji Qur'an dengan makharijul huruf dan tajwid yang benar, kajian setiap habis magrib dengan kitab yang bermacam-macam, kalau tidak salah 7-8 kitab, *atau 6 kitab ya?* kalau jalan-jalan sore-sore langitnya luar biasa indah, ziarah kubur setiap kamis sore, bersosialisasi dengan masyarakat, baca buku di perpustakaan, air yang melimpah dan dinginnya menusuk tulang, menyegarkan. Alhamdulillaah :)
***
Kepindahan saya dan teman-teman ialah berkah. Menuju ke tempat yang lebih baik, menempa diri menjadi yang lebih baik pula. Pondokku yang sekarang tidak bersekat. Masyarakat ramah terhadap kami. Mbak-mbak pondok *pengurus* selalu berpesan bahwa dalam bersosialisasi, kami harus menerapkan salam, sapa, dan santun, sehingga keharmonisan antara masyarakat dan santri terus terjalin.
Yang membuat saya betah disini ialah, seperti yang sudah saya bilang bahwa pemandangan dari pondok ke kampus, atau dari kampus ke pondok itu indah sekali.
Perbukitan berdiri kokoh di depan mata, langit biru jadi payung yang melengkapi keelokannya, udara pedesaan yang dingin, kalau buka pintu kamar, serasa ada kipas angin yang berputar kencang.
Kalau senja, saat matahari bergegas pulang ke peraduan, ia seperti melewati perbukitan. Langitnya warna-warni, elok sekali. Subhanallaah.
Kami juga diberi kesempatan untuk tetap menjalankan aktivitas kami, baik sebagai mahasiswa dengan jadwal kuliah kami setiap harinya, tapi juga diberi kesempatan untuk menjalankan tugas kami di organisasi yang kami ikuti.
***
Dan walau belumgenap sebulan ada disini, alhamdulillaah tempat ini dan segala yang ada disini, terutama pemandangan di sepanjang jalan saat kembali pulang, selalu menjadi alasan kuat untuk saya rindu dan kembali pulang kesini, ke Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kab. Semarang. *Alhamdulillaah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar