Mengapa kau mengizinkanku kedinginan saat sekelilingku begitu hangat?
Mengapa kau mengizinkanku kehausan saat mata air melimpah?
Sepertinya, hati harus ribuan kali lebih sabar
Sepertinya, hati harus ribuan kali lebih mengalah
Sepertinya, hati harus ribuan kali lebih tabah
Pengertian demi pengertian yang diusahakan ternyata belum cukup
Kecamuk ketidakpahaman justru lebih kuat, kemudian mengamuk
Bagaimana keadaanmu, perasaan?
Mendung sedari tadi, kuharap hujan
Dan kita tertahan di bawahnya
Harapanku bahkan masih sama,
Meski aku tahu ternyata aku lagi yang harus menunggu
Apakah kau akan datang?
Sepertinya tidak
Harusnya aku pergi,
kemudian hatiku tertahan
Aku terlalu sayang pada kerinduan
Atau kerinduan yang begitu menyayangiku?
Ia masih saja menderu
Meski "aku tidak datang" darimu meluluhlantakkan
Ia tetap setia menanti kau datang
Sepertinya, hati harus ribuan kali lebih sabar
Sepertinya, hati harus ribuan kali lebih mengalah
Sepertinya, hati harus ribuan kali lebih tabah
Mengapa kau mengizinkanku menangis saat sekelilingku begitu ramai?
Mengapa kau mengizinkanku kedinginan saat sekelilingku begitu hangat?
Mengapa kau mengizinkanku kehausan saat mata air melimpah?
*kau akan datang kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar