Let us find the way, close our eyes, listen closely, and attend with our heart ~

Rabu, 22 Januari 2014

Tentang ‘Perjuangan’



Kawan, ini adalah cerita baru antara orang-orang baik yang kebaikannya melingkupi kehidupanku atas izin Allah, dan aku sangat bersyukur.
                Kemarin sore, selang satu jam setelah aku pulang dari perantauan, aku membuka laptop dan mengoneksikannya dengan internet. Niat awalku ingin mengetahui pengumuman salah satu lomba menulis yang aku ikuti. Lalu, notification di symbol chat menggelitik rasa ingin tahuku. Seseorang mengirimkan pesan untukku. Aku membukanya, dari seseorang yang aku kenal baik denganku. Aku membacanya hati-hati, kata per kata, dan aku menemukan kekecewaan dalam kalimatnya.
                Akupun tiba-tiba terbayang dengan orang-orang yang juga baik denganku – yang notabene adalah orang yang menyebabkan kekecewaan si pengirim pesan. Ia kecewa karena ia telah antusias mengikuti kgiatan dan membawa nama baik – sebut saja organisasi, namun ia tidak masuk kepengurusan juga tidak mendapat follow up dari pengurus terpilih. Ia merasa tidak dianggap oleh segenap pengurus. Ia menceritakannya kepadaku, dengan santun, dan aku percaya meskipun ia kecewa, ia masih mencintai – sebut saja organisasi itu.
                Sementara, orang-orang di – sebut saja organisasi itu menilai keberadaannya akan menghadirkan suasana yang tidak kondusif, dan hal itu mereka hindari. Beberapa alasan mereka dapati dan dari pengalaman beberapa orangpun bagitu, jadi mereka memilih tidak mengambil resiko.
Waktu bergulir, tanpa si pengirim pesan, -- sebut saja organisasi itu berjalan baik. Kini, mereka sedang memperbaiki hal-hal internal mereka. Mengokohkan kepengurusan dan mengkonkritkan pembagian tugas, dan tentu saja berusaha mem-follow up anggota yang jumlahnya tidak sepuluh dua puluh orang.
Sementara, yang saya tahu, si pengirim pesan juga disibukkan dengan banyak hal diluar kegiatan – sebut saja organisasi itu. Ia kerap kali saya dapati sedang keluar kota untuk mewakili – sebut saja organisasi lain yang juga ia ikuti.
 Sebut saja organisasi yang telah ‘mengecewakannya’ kini mempunyai satu aturan yang tidak mengizinkan pengurusnya untuk mengikuti – sebut saja organisasi lain guna menghidupkan ‘dirinya’ kembali setelah pada periode sebelum-sebelumnya, ia dianggap mati oleh banyak orang.
                Dalam kebingungan saya dan keberadaan saya ditengah semua orang-orang baik yang saya sayangi itu, saya ingin berkata : Saya sering mendengar masalah dari dua pihak, baik itu kekecewaan, keluh kesah, ataupun kemarahan, tanpa saya mampu menghakimi mana yang benar dan mana yang salah, dan saya memang tidak ingin menghakimi diantara keduanya. Saya hanya sedang menghubungkan hal-hal yang saya ketahui dan saya dengar dari kedua pihak untuk kemudian membuat semuanya berdamai. Karena kita bersaudara, saya harap tidak ada hati yang tertikam diantara kita. Sebaiknya, kita semuanya introspeksi terhadap apa yang telah kita lakukan untuk satu sama lain, dan mendukung juga untuk keberhasilan satu sama lain.
                Saya bisa berbuat apa jadinya? Saya hanya bisa menulis ini dan berharap orang-orang itu membacanya, dan melakukan apa yang saya minta : saling introspeksi dan saling mendukung. Semoga kebaikan melimpah bagi orang-orang yang sudah berbuat baik bagi sesamanya, dan bukankah kebaikan yang paling baik ialah ketika tangan kanan melakukannya dan tangan kiri tidak mengetahuinya? Bukankah seperti itu? Setahu saya seperti itu.
                Kini, saya harap semuanya bisa seiring sejalan dengan segala rupa perjuangan yang dilakukan. – Sebut saja organisasi itu membutuhkan si pengirim pesan yang telah membawa namanya sampai kemana-mana, juga si pengirim pesan tadi butuh – sebut saja organisasi itu untuk tetap silaturahim dengan banyak orang diluar sana, jadi dengan atau tanpa terteranya dia di jajaran kepengurusan, ia tetap menjadi keluarga besar –sebut saja organisasi itu. Apa lagi yang perlu dirisaukan? Kecewa itu manusiawi, tapi berdamai, dan menomorsekiankan kekecewaan itu mulia.
                Pada akhirnya saya belajar dari orang-orang baik yang Allah karuniakan dalam perjalanan hidup saya, terlepas dari dianggap atau tidak, akan selalu ada orang yang menghargai perjuangan, menganggapnya baik, dan tidak akan pernah melupakan perjuangan itu, sekecil apapun. Semoga bermanfaat, dan setelah membaca note kecil ini, banyak orang yang mengucap Alhamdulillah, serta melanjutkan perjuangannya, tanpa niat lain kecuali ridla Allah. Semangaaatttt (^_^)//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar