Dik… ini bukan cara alam marah kepada kita
Bukan pula cara Tuhan menghukum para
hambaNya
Lihat, tangan malaikat masih mengulurkan
bala bantuan
Menggerakkan hati para dermawan
Untukmu, untuk segenap saudara kita
Dik… aku tahu beberapa malam ini kau
kedinginan
Bahkan kau sampai menangis sesenggukan
Meringkuk dipeluk ibumu
Namun dingin sedang tak berperasaan
Usaplah airmatamu, ingatlah dalam hangatmu,
dan besrsyukurlah
Kau tahu, dalam keadaanmu yang beberapa
hari ini tidak menemukan tanah lapang
Atau benang dan layang-layang
Atau boneka dan masak-masakan
Atau bola dan pemukul kasti serta lompat
tali
Dijiwamu, aku percaya kekuatanmu tertempa
Meski fisikmu lemah dan hatimu luka parah
Di jiwamu, aku percaya kesabaranmu akan
berlebih
Meski tak jarang kau mengeluh lirih
Dik… karena saudaramu tiada mungkin akan
meninggalkanmu
Juga malaikat dan serdadu langit yang
meringankan semuanya, mengirimkan pinta dan doa…
Katakan pada ayah ibu bahwa kau akan lebih
bahagia setelah ini
Menjadi pribadi yang bersahabat dengan alam
dan negeri
Kau sadar bukan Tuhan selalu punya alasan…
Dan karena kau pintar, kau selalu bisa
belajar
Dik… kau tak pernah sendiri menghadapi
semua ini
Bersyukurlah, kau tak pernah sendiri meski
bencana bertubi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar