Let us find the way, close our eyes, listen closely, and attend with our heart ~

Jumat, 24 Januari 2014

Teruntuk Adik : Kau Tak Pernah Sendiri (Meski Bencana Bertubi)



Dik… ini bukan cara alam marah kepada kita
Bukan pula cara Tuhan menghukum para hambaNya
Lihat, tangan malaikat masih mengulurkan bala bantuan
Menggerakkan hati para dermawan
Untukmu, untuk segenap saudara kita
Dik… aku tahu beberapa malam ini kau kedinginan
Bahkan kau sampai menangis sesenggukan
Meringkuk dipeluk ibumu
Namun dingin sedang tak berperasaan
Usaplah airmatamu, ingatlah dalam hangatmu, dan besrsyukurlah
Kau tahu, dalam keadaanmu yang beberapa hari ini tidak menemukan tanah lapang
Atau benang dan layang-layang
Atau boneka dan masak-masakan
Atau bola dan pemukul kasti serta lompat tali
Dijiwamu, aku percaya kekuatanmu tertempa
Meski fisikmu lemah dan hatimu luka parah
Di jiwamu, aku percaya kesabaranmu akan berlebih
Meski tak jarang kau mengeluh lirih
Dik… karena saudaramu tiada mungkin akan meninggalkanmu
Juga malaikat dan serdadu langit yang meringankan semuanya, mengirimkan pinta dan doa…
Katakan pada ayah ibu bahwa kau akan lebih bahagia setelah ini
Menjadi pribadi yang bersahabat dengan alam dan negeri
Kau sadar bukan Tuhan selalu punya alasan…
Dan karena kau pintar, kau selalu bisa belajar
Dik… kau tak pernah sendiri menghadapi semua ini
Bersyukurlah, kau tak pernah sendiri meski bencana bertubi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar