Aku tidak benar-benar tahu sebenarnya, apa yang membuatku benar-benar merasa mendapatkan anugerah yang tiada tara saat bersamanya. Disampingnya, atau melihatnya dengan buku-buku tebal yang ia baca, atau mendengarkan ia bercerita tentang apa saja, aku bahagia. Nyaman, tenang, damai. Seperti menemukan pelita dalam gelap, atau mungkin lebih dari itu, perasaan yang tidak aku dapatkan selain darinya.
Ia, seseorang yang dengan kemampuannya menjadikan perasaan yang menurutku abstrak perlahan menjadi terdefinisi. Definisi yang menguatkan, bukan begian dari kalkulasi yang berdasar logika. Semua yang ia kemukakan ialah dari hati. Aku merasakannya, merasakan sekeping hati ini tersentuh olehnya.
Atas semua yang ia lakukan untukku, aku bersyukur. Atas semua yang ia lakukan padaku, aku bersyukur. Atas kehadirannya yang begitu menyempurnakan, aku bersyukur.
Izinkan aku menjaganya melebihi ia menjagaku. Izinkan aku menghormatinya dengan penghormatan yang utuh. Izinkan aku mendampinginya dengan pendampingan yang penuh. Begitulah aku ingin mencintainya. Suatu saat nanti.
Aku suka berdoa, karena doa selalu dikabulkan pada saat yang paling tepat dan paling indah. Allaah Maha Tahu... :)
Ini bagian dari doa, yang nantinya akan dikabulkan. Allaah... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar