Let us find the way, close our eyes, listen closely, and attend with our heart ~

Minggu, 24 November 2013

Belum Sempat Terpublikasi :'(

Senang sekali memiliki waktu untuk berkumpul bersama teman-teman MABAS 12. Dua hari satu malam kami habiskan dengan tawa. Full tawa. Tanpa mengeluhkan pelajaran nahwu ataupun filsafat, tanpa keinginan untuk segera pulang, tanpa rebutan kursi belakang, tanpa makalah dan buku pelajaran. Bahagia. Hanya perasaan itu. Alhamdulillaah :D
Yang tercipta justeru sebuah puisi pematri kisah, pembingkai kenangan, bahwa dalam masa muda kami, kami pernah bersama mempunyai tekad yang kuat dan bulat, juga semangat. Bahwa di masa muda kami, kami pernah bersama berikrar tentang masa depan dan segenap impian. Luar biasa, berikut sebait puisi yang kami cipta bersama, dengan rasa yang sama. :)

Sahabat, akan sehebat apakah kita 10 tahun yang akan datang?
Ketika langit telah berubah berjuta kali, 
Ketika bintang telah menyampaikan milyaran rasa rindu...

Masihkah senja memberi kesempatan kepada kita untuk berlarian ke tengah ilalang?
Menyatakan janji sahabat dengan riangnya
Mengabadikan jengkal demi jengkal sejarah masa muda...

Sahabat, selamat datang di hidup yang penuh aral rintang...
Mari kita umumkan pada dunia
Kita disini untuk berjuang
Kita disini untuk kehidupan
Kita disini untuk masa depan

MABAS 12... MUMTAZZZZZ :D

Harusnya puisi ini saya deklamasikan dengan iringan lagu laskar pelangi dari Mbak Affuah, Mbak Zahro, Mbak Davis, Mbak Risma, Mbak Aya, Mbak Ismi, Mbak Hikmah, Maulida, Mbak Fitroh, Mbak Mai, plus petikan gitar dari Mbak April, tapi karena ketidak kondusifan situasi dan kondisi, puisi ini belum sempat terpublikasi. Hiks. But don't worry teman-teman, kalau tidak di panggung PAB JQH, toh masih ada padang ilalang di depan kampus :D Tetap Semangaaaaatttt :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar