Let us find the way, close our eyes, listen closely, and attend with our heart ~

Selasa, 05 November 2013

Dari Hati...

Hanya selayang pandang kau berani menatapku, tidak lebih dari lima detik, lalu kau berlalu. Bagaimana aku bisa percaya jika kau benar-benar meminta izin menyayangiku? ***

Aku diam. Membiarkan dalih kepada waktu untuk mengalirkan semuanya. Perasaan yang masih mencari pasangannya. Beberapa datang, menghujaniku dengan kalimat-kalimat tentang masa depan, tentang perasaan. Fiuh. Beberapa lagi pergi, lari dengan sendirinya, menyederhanakan bentuk kisah yang bersegi-segi. Aku tak peduli.

Lagi, aku dipengaruhi dari sana-sini. Meninggalkan ia dan membuka rasa untuknya. Kubiarkan, itu hanya angin lalu. Tapi, angin lalu menyambung dengan angin yang berlalu lagi. Intervensi dari berbagai pihak. Aku jengah. Tetap membiarkan semuanya berlalu.

Hatiku tetaplah milik Rabbku, selamanya akan seperti itu. Lalu tiba-tiba ada nama yang menyusup disela-sela nama Rabbku. Kenapa nama itu lancang sekali? Iyakah aku telah terpengaruh? Hal ini yang membuatku tidak mengerti pada diriku sendiri. Jangan, jangan mengambil kesimpulan apalagi keputusan sendiri sebelum Allah mengirimu tanda dari langit, tanda dari bumi, tanda dari udara, tanda dari lautan. Itu kan yang kau pelajari dari kisah-kisah yang mengelilingimu, Suci?

Ah, aku bermonolog dengan diriku sendiri, dan seperti biasanya, semuanya hanya berputar-putar pada segumpal daging yang asmanya hati. Hei, aku punya Allah kenapa tidak aku adukan saja? Benar-benar aku ini.

Sebait kata yang ingin kukatakan kepada semaunya, baik yang mengatakan tentang perasaaan, maupun yang mempengaruhiku untuk memilih salah seorang.
Tolong, biarkan aku membebaskan hatiku sendiri
Memberikan sebagian hatiku pada seseorang yang dikirimkan Tuhan melalui kekuasaanNya
Seseorang yang memikatku dengan ilmunya
Seseorang yang memimpinku dengan kebijaksanaanya
Seseorang yang mengangkat derajatku dengan kebaikan hatinya
Seseorang yang menyayangiku dengan sederhana
Biarkan aku menemukan sosok itu dengan tuntunanNya
Jadi mohon, siapapun itu untuk tidak lagi turut campur dalam perkara hatiku
Aku hidup tidak hanya untuk duniaku, semoga IA yang aku tak tahu siapa, juga hidup tidak hanya untuk dunianya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar