Let us find the way, close our eyes, listen closely, and attend with our heart ~

Kamis, 28 November 2013

Saya 'Gila' dari Kecil Semoga semakin 'Gila' ^_^



Hari ini ada sebagian guru yang mengajar 2 hingga 3 kelas sekaligus, karena terbatasnya jumlah guru
Hari ini ada sebagian guru merebus singkong dan pisang dari kebun untuk sarapan murid muridnya
Hari ini ada sebagian guru yang mencarikan air bersih untuk minum murid muridnya

Hari ini ada sebagian lagi yang berdemo menuntut hak tunjangan dan gajinya dipenuhi
Hari ini ada sebagian guru yang tidak mengajar karena melanjutkan studinya

Hari ini ada sebagian guru yang memperoleh penghargaan, sebagai guru terfavorite dan berjasa di sekolah
*Sebait puisi yang ditulis oleh inspirator saya, Ibu Ameliasari Tauresia Kesuma.

                Saya berkeinginan menjadi seorang guru. Ya, saya ingin. Ketika tiba-tiba saya ditanya lebih memilih menjadi guru atau dosen, saya memilih menjadi guru saja. Sekarang saya memang belum benar-benar menjadi guru, hanya les privat dengan 3 anak dan 3 mata pelajaran yang berbeda. 1 anak kelas VIII SMP, 2 anak kelas 3 SD. Tapi, apa salahnya bermimpi.
                Ketika saya memilih menjadi seorang guru saja, teman-teman agak kaget. Di dahi mereka ada tulisan besar “KENAPA?” Sebagai seorang guru, saya rasa saya lebih punya banyak kesempatan untuk belajar, dan berbuat banyak bagi orang lain. Seperti dalam penggalan puisi diatas, banyak hal yang bisa dilakukan untuk anak-anak, menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, mencintai dan dicintai oleh mereka, melihat semangat dan kejujuran mereka.
                Saya selalu senang membiarkan anak-anak mengerjakan apa yang dilarang orangtuanya dirumah. Dulu waktu kelas lima SD, orangtua teman sekaligus tetangga saya marah ke Ibu saya gara-gara saya mengajak anaknya masak kripik singkong pakai kompor sekam. Ceritanya di sekolah, saya habis diajari buat kompor dengan bahan bakar sekam. Cuma pakai toples yang terbuat dari semacam alumunium atau besi, biasanya disebut *blek, dua bilah bambu yang ditegakluruskan, dan sekam yang dpadatkan. Seru pokoknya. Saya dan teman saya mainan masak dengan kompor buatan kami sendiri, mengiris singkong dengan tangan kami sendiri, dan menggorengnya dengan wajan yang kami ‘curi’ dari dapur saya.
                Lagi, gara-gara majalah kulinernya ibunya teman dan tetangga saya yang itu, kami nyolong blendernya dia dan kami buat eskrim tempe. Bahannya seingat saya tempe, es batu yang banyak, susu kental manis, sama minuman bubuk berperisa. Semuanya diblender jadi satu, lupa berapa perbandingan antara bahan satu dengan bahan lainnya, terus rasanya….gak karuan. Enak aja deh, dulu kayaknya habis kita makan tuh es krim. Hehehe. Kami membuat itu dirumah saya, repotnya mulai ketika mau ngembaliin blender ke rumah teman saya. Pas blender diambil, kan rumah dia kosong, nah pas mau ngembaliin, Ibunya udah ada dirumah. Akhirnya, saya dan temen saya bertugas mengalihkan perhatian Ibu temanku yang biasa saya panggil Budhe, dan adik saya masuk ke dapur tetangga dan ngembaliin blender. Hehehe. Mengingat cerita ini, saya jadi maklum kalau temen-temen saya bilang saya ‘gila’. Ya, saya sudah ‘gila’ dari kecil. Hehehe
                Kembali ke keinginan saya menjadi guru. Saya ingin jadi guru tulen, bukan guru kurikulum. Saya ingin mengajak anak-anak seusia saya sepuluh tahun yang lalu untuk belajar tanpa tersekati dinding kelas dan bangku kayu. Saya ingin melibatkan orangtua mereka untuk belajar bersama anakn-anaknya, bahwa mendidik anak bukan hanya tugas dari guru, tapi tetap tugas utama bagi orangtua. Saya ingin anak-anak dan orangtua punya pengalaman yang terkenang sepanjang hidup mengenai pendidikan. Semisal, bersama-sama membuat prakarya anak-orangtua, eksperimen di dapur bersama, pokoknya yang unforgettable deh. Soalnya dulu saya tidak dapat hal-hal kayak gitu waktu kecil, untungnya ada Mbah kakung yang sering mengajak saya praktek bercocok tanam di sawah dan mbah putri yang mengajak saya tadabbur alam di ladang.
                Allaahurabbii.. saya pengen jadi guruuuu (^.^)//…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar